Health
Mengenal Osteopenia, Gejala, Penyebab, dan cara pencegahan yang harus kamu ketahui

Osteopenia merupakan sebuah tahapan sebelum memasuki fase osteoporosis pada seseorang. Hal ini merupakan keadaan di mana menurunnya bone mineral density (BMD) atau tingkat kepadatan tulang menjadi di bawah batas normal dan akan menyebabkan tulang seseorang mudah patah.
Osteopenia cenderung lebih menyerang wanita terutama yang berusia 50 tahun ke atas dibandingkan pria. Mengapa begitu? Ini disebabkan oleh sistem penyerapan kalsium pada wanita yang lebih rendah daripada pria, namun pria juga bisa menderita osteopenia jika terjadi penurunan kepadatan tulang dini. Seseorang dengan osteopenia biasanya memiliki tingkat kepadatan tulang (BMD) di bawah normal, sehingga belum dianggap terkena osteoporosis.
Gejala osteopenia sulit dideteksi, namun biasanya orang dengan osteopenia mengalami penurunan tinggi badan. Penurunan tinggi badan ini disebabkan karena usia dewasa yang sudah terlewati sehingga tulang tidak dapat menumbuh lagi layaknya saat usia anak-anak hingga remaja atau dewasa muda pada beberapa orang.
Penyebab osteopenia adalah
- bertambahnya usia
- kurang berolahraga
- kurang asupan kalsium
- kurang asupan vitamin D
- makanan yang tidak sehat
- merokok
- minum-minuman beralkohol
- terlalu banyak mengonsumsi minuman ringan
- cedera pada tulang yang disebabkan oleh jatuh, cedera olahraga, atau kecelakaan
Untuk mengetahui lebih lanjut apakah seseorang terkena osteopenia atau tidak, maka harus dilakukan tes menggunakan alat tertentu untuk mengukur tingkat kepadatan tulang dalam tubuhnya. Alat yang biasa digunakan adalah dual energy X-ray absorptiometry (DEXA) dan dianggap sebagai salah satu alat tes yang sudah tervalidasi penggunaannya dalam mengukur tingkat kepadatan tulang.
Dengan tes DEXA akan diketahui seberapa besar tingkat kepadatan tulang seseorang. Menurut World Health Organization (WHO) jika diperoleh t-score antara -1 sampai -2.5 maka dianggap osteopenia, sedangkan jika kurang dari -2.5 maka sudah dianggap sebagai osteoporosis Selain DEXA terdapat beberapa alat lain dengan fungsi serupa yaitu
- Vertebral fracture assessment (VFA) dengan densitometri
- Peripheral DEXA atau p-DEXA
- Quantitative Computed Tomography (QCT)
- Quantitative Ultrasound (QUS)
Namun keempat alat di atas jarang digunakan karena beberapa alasan seperti potensi menimbulkan radiasi, kurang umum dipakai, dan harganya lebih mahal jika dibandingkan tes DEXA biasa.
Bagaimana cara mencegah osteopenia? Osteopenia dapat dicegah semasa muda yaitu dengan
- Memperbaiki gaya hidup dengan mengurangi asupan alkohol, rokok, junk food, dan minuman ringan
- Memakan-makanan kaya kalsium atau vitamin D
- Menjaga keseimbangan tubuh saat beraktivitas
- Berhati-hati saat berkendara, berjalan, dan berlari
- Kurangi kegiatan berat yang melibatkan pengangkatan beban berlebih
- Mengonsumsi suplemen, baik kalsium ataupun vitamin D
Kita sering mendengar umumnya sumber kalsium diperoleh dengan mudah dari produk susu contohnya susu sapi, keju, dan yogurt. Selain hasil susu, kalsium dapat diperoleh dari bahan makanan lain seperti
- Bayam
- Ikan salmon
- Ikan sarden
- Jus jeruk
Layaknya kalsium, sumber vitamin D juga kebanyakan diketahui dari hasil susu seperti contoh yang disebutkan sebelumnya. Namun vitamin D dapat juga diperoleh dari bahan makanan lain yaitu
- Ikan tuna
- Ikan mackerel
- Susu kedelai
- Sereal
- Hati sapi
- Kuning telur
Patut diketahui kalau osteopenia tidak cuma mengincar seseorang yang sudah berusia lanjut namun juga pada mereka yang masih muda. Agar terhindar dari osteopenia dini, ayo lakukan dengan aksi paling mudah yaitu cukupi asupan kalsium dan vitamin D serta berhati-hatilah saat beraktivitas.
Anda dapat lengkapi asupan kalsium tambahan dengan suplemen vitamin dengan mengunjungi link berikut. Sebuah kombinasi vitamin D3 dan K1 dalam satu tablet untuk bantu kalsium supaya mudah diserap oleh tubuh, menggunakan standar pemrosesan GMP (Good Manufacturing Practice), aman bagi pencernaan, terbuat dari bahan baku 100% alamiah, bebas pengawet dan pewarna buatan, dan logam berat.