Health

Cara Mengenali Hiperaktivitas Pada Anak dan Gejalanya, Ayo Cek di Sini Bunda

Anak yang aktif atau banyak bergerak mungkin terlihat lucu dan menggemaskan, namun jika terlalu sering maka keadaan ini dapat menimbulkan rasa kekhawatiran bagi beberapa orang tua. Mengapa begitu?

Keadaan ini disebut mengkhawatirkan karena jika anak terlalu aktif bergerak maka ia berpotensi hiperaktif. Hiperaktif atau hiperaktivitas adalah salah satu bagian dari penyakit saraf Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah gangguan perkembangan otak pada anak yang menyebabkan aktivitas motorik secara berlebihan sehingga menimbulkan anak yang terdampak menjadi hiperaktif, impulsif, dan inatentif. Hiperaktif ditandai di mana sang anak yang terdampak akan memperlihatkan perilaku tidak wajar contohnya bergerak tanpa tujuan, kegelisahan berlebih, atau tidak dapat duduk tenang.

Anak yang terkena kondisi ini akan mulai bermasalah jika ia memasuki playgroup, taman kanak-kanak, atau sekolah, karena ia mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas sekolah yang diberikan dengan baik.

Sebuah penelitian membuktikan, ADHD cenderung menyerang anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Sebesar 60-80% anak-anak yang terkena ADHD akan mengalami masalah ini sampai ia tumbuh menjadi dewasa.

Penyebab anak menjadi hiperaktif adalah

Studi menemukan bahwa genetika dianggap sebagai salah satu faktor penyebab anak menjadi hiperaktif. Dalam studi ini dibuktikan sebesar 79% jika sang anak yang terdampak hiperaktif memiliki orang tua kandung dengan riwayat hiperaktif, maka kondisi tersebut berpotensi akan menurun ke anaknya.

Penyebab kedua yaitu gangguan hipertiroid (kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh) juga berpengaruh sebagai faktor risiko anak terkena hiperaktif. Sebuah penelitian membuktikan bahwa ibu yang menderita hipertiroid saat mengandung berpotensi melahirkan anak hiperaktif.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa hiperaktif pada anak juga disebabkan oleh kelainan pada struktur otak, yaitu otak anak yang terdampak hiperaktif memiliki corpus callosum yang lebih kecil terutama di bagian genu dan splenium. Selain itu, jumlah volume otak pada anak yang terdampak juga lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak terdampak hiperaktif.

Kekurangan asam lemak tak jenuh yaitu AA, EPA, dan DHA disebut juga sebagai penyebab anak menjadi hiperaktif. Ini dibuktikan pada studi penelitian di mana anak yang hiperaktif memiliki tingkat kadar asam lemak tak jenuh yang lebih rendah jika dibandingkan dengan anak non-hiperaktif.

Gejala hiperaktif pada anak adalah

  1. Kesulitan untuk duduk tenang
  2. Seringkali terlihat gelisah dan memainkan tangan secara berlebihan
  3. Berlari secara berlebihan
  4. Sering memanjat pada objek (termasuk objek yang tidak boleh untuk dinaiki) secara berlebihan ketika berada dalam situasi yang kurang tepat
  5. Selalu aktif bergerak
  6. Tidak sabar menunggu giliran dalam waktu bermain atau waktu bekerja secara kelompok
  7. Berbicara secara berlebihan
  8. Sering menyela pembicaraan orang lain

Hiperaktif pada anak merupakan kondisi bawaan sejak lahir sehingga hanya bisa dicegah atau diredakan. Bagaimana saja caranya? Mari simak di bagian bawah artikel ini.

  • Mendapat cukup asupan asam lemak tak jenuh saat hamil

Asam lemak tak jenuh seperti AA, EPA, dan DHA dapat menurunkan risiko anak terlahir hiperaktif. Sehingga direkomendasikan bagi ibu yang sedang mengandung agar rutin mencukupi asupan asam lemak tak jenuh caranya dengan mengonsumsi makanan kaya akan asam lemak tak jenuh.

  • Menghindari paparan asap rokok saat sedang hamil

Asap rokok dianggap sebagai penyebab anak menjadi hiperaktif setelah ia lahir dan tumbuh besar kelak. Maka dari itu, ibu hamil disarankan agar menjauhi asap rokok supaya janin yang dikandungnya tetap sehat serta terhindar dari hiperaktivitas.

  • Memberikan pola makan yang baik pada anak

Berikan anak pola makan yang baik khususnya makanan yang tinggi akan kandungan asam lemak tak jenuh. Asam lemak tak jenuh yang baik untuk anak adalah DHA yaitu berfungsi mencerdaskan otak sehingga baik untuk perkembangan otak anak sedari dini. Selain itu, kurangi pula asupan makanan bergula baginya. Menurut sebuah penelitian, terlalu banyak asupan makanan bergula dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif.

Bahan makanan yang tinggi akan asam lemak tak jenuh dapat ditemui dari

  • Ikan berlemak seperti tuna, salmon, sarden, mackerel, dan teri.
  • Kacang kedelai.

 Agar anak terhindar dari hiperaktivitas sejak lahir maka kesadaran harus dimulai dari ibu kandungnya. Cara paling mudah mencegah anak terkena hiperaktif  adalah selalu cukupi asupan asam lemak tak jenuh dengan bahan makanan sehari-hari serta jauhi paparan radikal bebas seperti rokok saat sedang hamil.

Asupan asam lemak tak jenuh tambahan dapat pula diperoleh menggunakan suplemen vitamin seperti di sini. Terbuat dari minyak ikan tuna yang telah melalui proses pemurnian yang baik serta terjamin kualitas kesegarannya, bebas logam berat, aman bagi pencernaan, menggunakan bahan baku 100% alami berkualitas tinggi, serta menggunakan pengolahan berstandar Good Manufacturing Practice (GMP).

#seimbangitusehat