Health
Mengenal Penyakit Komplikasi Preeklampsia dan 7 Cara Mencegahnya

Mengenal Penyakit Komplikasi Preeklampsia dan 7 Cara Mencegahnya - Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang sangat berbahaya karena menjadi penyebab kematian ibu hamil dan bayi. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia kehamilan 20 minggu ke atas, ditandai dengan adanya hipertensi atau tekanan darah tinggi, pembengkakan pada kaki dan tangan, dan proteinuria, yaitu keadaan saat adanya protein dalam urin pada ibu hamil yang terdampak.
Biasanya, komplikasi ini menyerang wanita obesitas yang belum pernah mengalami kehamilan memiliki risiko lebih besar untuk menderita preeklampsia jika dibandingkan wanita dengan berat badan normal. Selain obesitas, peningkatan berat badan yang berlebih saat hamil juga bisa meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia pada wanita hamil.
Selain dua hal tadi, faktor lainnya penyebab terjadinya preeklampsia adalah
- Diabetes
- Pendarahan pasca melahirkan
- Infeksi
- Punya riwayat preeklampsia
- Riwayat hipertensi ibu hamil
- Makanan tak sehat
- Strata ekonomi yang rendah
- Kehamilan yang terlalu muda, yaitu <20 tahun
- Kehamilan yang terlalu tua, yaitu >35 tahun
Ketika seseorang terkena preeklampsia maka ia akan mengalami gejala seperti
- Mengalami kenaikan berat badan secara tiba-tiba
- Sakit pada perut bagian kanan atas
- Penglihatan yang berkurang
- Menjadi jarang buang air kecil atau bahkan tidak sama sekali
- Pusing berlebihan
- Kesulitan bernafas
- Mual dan muntah
- Sakit pada bahu
Preeklampsia sangat berbahaya karena mengancam nyawa ibu dan bayinya, namun dapat dihindari dengan melakukan beragam cara ini. Yuk mari simak artikel Mengenal Penyakit Komplikasi Preeklampsia dan 7 Cara Mencegahnya agar Sahabat Treelains bisa terhindar dari risiko preeklampsia dari sekarang.
-
Jaga berat badan
Cara pertama dengan menjaga berat badan agar selalu normal. Obesitas pada wanita dapat mengakibatkan beragam penyakit, tidak terkecuali preeklampsia. Sehingga dengan menjaga berat badan, Anda akan dijauhkan dari risiko preeklampsia saat mengalami kehamilan kelak. Menjaga berat badan agar tetap normal yaitu bisa dengan diet, makan dengan porsi teratur, tidak makan dalam porsi berlebihan, dan mengurangi asupan gula serta lemak jahat.
-
Kurangi asupan garam
Cara selanjutnya dalam Mengenal Penyakit Komplikasi Preeklampsia dan 7 Cara Mencegahnya agar tidak terkena preeklampsia yaitu mengurangi makanan mengandung garam. Karena asupan garam, jika berlebihan bisa memicu jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah yang nantinya menyebabkan hipertensi dan kemudian menjadi pintu gerbang terjadinya preeklampsia.
-
Mendapatkan cukup istirahat
Istirahat yang cukup bisa mencegah terjadinya preeklampsia. Jadi sebaiknya, bagi bumil beristirahat secukupnya terutama pada kehamilan trimester ketiga. Selain itu, beraktivitaslah seperlunya dan jangan terlalu sering beraktivitas yang berat.
-
Perbanyak antioksidan
Wanita hamil dengan kadar antioksidan yang rendah cenderung mudah mengalami preeklampsia. Akibat antioksidan yang rendah ini maka mudah memicu terjadinya stres oksidatif, yaitu ketidakseimbangan antara jumlah oksidan dan antioksidan dalam tubuh akibat mengumpulnya radikal bebas dalam tubuh yang besar. Jika radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak maka bisa menyebabkan kerusakan sel tubuh yang berpotensi menyebabkan preeklampsia tersebut. Sehingga agar dijauhkan dari preeklampsia, dibutuhkan cukup antioksidan untuk menangkalnya.
Antioksidan dapat ditemui dalam vitamin C dan vitamin E contohnya seperti jeruk, biji bunga matahari, kacang almond, kacang tanah, bayam, labu, asparagus, mangga, paprika merah, alpukat, buah kiwi, stroberi, brokoli, blewah,tomat, kentang, dan pepaya.
-
Jauhi stres
Stres dan cemas bisa memperbesar risiko bumil terkena preeklampsia daripada bumil yang tidak mengalami stres atau cemas. Jadi, yuk jauhi stres dan pikiran lain yang bisa memicu stres ini caranya dengan selalu berpikir positif dan lainnya yang bisa memicu hal bahagia bagi diri Anda.
-
Hindari rokok
Merokok saat hamil, atau terkena paparan asap rokok saat hamil bisa memicu terjadinya preeklampsia lebih besar pada ibu hamil dibandingkan dengan bumil yang tidak terkena asap rokok. Sehingga yuk hindari paparan asap rokok atau jangan merokok selama hamil.
-
Diet makanan yang sehat
Selain antioksidan, nutrisi lainnya yang baik agar tidak terkena preeklampsia yaitu protein, karbohidrat, kalsium, dan omega-3 seperti dari minyak ikan, susu, telur, pisang, kurma, ubi, jagung, bayam, keju, daging ayam, daging sapi, dan ikan sarden.
Mencegah preeklampsia bisa dimulai sedari dini mungkin dari sebelum Anda mengalami kehamilan. Semoga dari artikel ini dapat mengedukasi Anda terutama yang menginginkan buah hati tanpa perlu takut akan risiko preeklampsia lagi.
Mencukupi kadar antioksidan tubuh juga bisa dengan suplemen vitamin E seperti dalam link berikut. Vitamin E 400 IU dari bahan alami yang bermanfaat lebih tinggi jika dibandingkan dengan vitamin E sintetis, hadir dalam bentuk Mixed Tocopherol untuk optimalkan penyerapan vitamin E, dapat larut dalam air untuk cegah terjadinya penumpukan dalam hati, menggunakan bahan baku kualitas tinggi, 100% alamiah, bebas zat kimia, bebas pewarna dan pengawet, serta diolah menggunakan standar Good Manufacturing Process (GMP).