Health

Termasuk Ciri Kena Covid-19! Yuk Kenali Perbedaan Anosmia dan Hiposmia

Perbedaan Anosmia dan Hiposmia - Pandemi Covid-19 belum berakhir, ditunjukkan oleh kasus yang semakin naik dari hari ke hari. Saat seseorang terinfeksi virus Covid-19 maka akan mengalami gejala umum berupa

  • Batuk
  • Mialgia atau nyeri otot
  • Demam

Tapi ternyata ada gejala lain dari Covid-19 yaitu munculnya anosmia dan hiposmia. Dua gejala ini sama-sama menyerang indera penciuman, namun berbeda. Apakah perbedaannya? Ayo cari tahu bareng Treelains dalam artikel kali ini yang akan mengajak Sahabat Treelains mengetahuinya lebih lanjut Perbedaan Anosmia dan Hiposmia

Anosmia adalah keadaan hilangnya indera penciuman secara menyeluruh oleh virus SARS-CoV-2.  Mengutip dari sebuah penelitian yang menyimpulkan bahwa 47% (54 dari total 114 pasien Covid-19) melaporkan adanya anosmia. Anosmia mulai muncul 4 hari setelah timbul infeksi dan rata-rata durasi anosmia adalah 8 - 9 hari. Namun beberapa kasus melaporkan kalau anosmia juga dapat muncul duluan sebelum ada gejala lainnya.

Selain oleh Covid-19, adapun penyebab lain anosmia sebagaimana mengutip dari WebMD

  • Polip hidung
  • Cedera pada hidung, kepala, dan saraf kecil
  • Paparan bahan kimia, contohnya pestisida
  • Obat-obatan seperti antibiotik, antidepresan, obat anti peradangan, obat jantung
  • Penyalahgunaan kokain
  • Usia tua
  • Penyakit tertentu, misalnya Alzheimer, Parkinson, Sklerosis, defisiensi nutrisi, penyakit bawaan dari kecil, dan gangguan hormon
  • Pengobatan kanker pada kepala dan leher menggunakan radiasi

Jika anosmia menyerang keseluruhan indera penciuman, maka hiposmia adalah sebaliknya karena mengurangi sebagian indera penciuman. Hiposmia merupakan menurunnya kemampuan seseorang untuk mencium atau membaui aroma. Selain Covid-19, hiposmia juga dapat disebabkan oleh berbagai hal ini, dikutip dari Medical News Today

  • Alergi
  • Cedera pada kepala
  • Infeksi, misalnya oleh flu
  • Polip hidung
  • Adanya kelainan deviasi nasal septum
  • Sinus yang sudah kronis
  • Merokok
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Masalah pada gigi

Anosmia dan hiposmia umumnya lebih banyak menyerang laki-laki dibandingkan wanita.

Jika sudah terkena anosmia atau hiposmia, apa yang bisa dilakukan? Jangan khawatir, anosmia dan hiposmia biasanya bersifat sementara dan dapat diobati secara alami. Adapun cara alami mengobatinya yakni sebagai berikut, jika dikutip dari Healthline

  1. Latihan mencium

Latihan mencium menggunakan essential oil selama 20 detik dapat mengembalikan penciuman. Agar latihan mencium bisa efektif, lakukan menggunakan wewangian dengan aroma yang sama dan dilakukan secara rutin. Seorang ahli bernama dr. Aaronson merekomendasikan aroma seperti kopi, mawar, jeruk, kayu putih, vanila, cengkeh, dan mint yang baik untuk latihan mencium tersebut.

  1. Minyak jarak

Minyak ini bermanfaat mengembalikan penciuman menjadi normal sebagaimana direkomendasikan oleh dokter naturopati bernama Sandra El Hajj.

Dr. Sandra El Hajj mengatakan "Secara alami, minyak jarak telah digunakan sejak lama untuk mengembalikan penciuman berkat bahan aktifnya yakni asam ricinoleic. Asam ricinoleid dapat membantu melawan infeksi, juga mengurangi pembengkakan dan peradangan pada jalur pernapasan hidung diakibatkan oleh flu dan alergi."

Cara menggunakan minyak jarak:

  1. Hangatkan secara lembut minyak jarak di atas kompor atau microwave. Pastikan minyak tersebut tetap hangat dan tidak sampai panas.
  2. Tempatkan dua tetes minyak jarak di setiap lubang hidung dua kali sehari, yang pertama saat sesudah bangun tidur dan yang kedua saat sebelum tidur malam.
  3. Jahe

Jahe memiliki aroma tajam, sehingga membuatnya bermanfaat dalam latihan mencium. Untuk menggunakannya, Sahabat Treelains bisa menggunakan jahe dalam bentuk bubuk atau mentah.

Oleh dr. Hajj lagi, ia juga merekomendasikan meminum teh jahe. “Secara alami, minum teh jahe dapat meredakan peradangan pada saluran pernapasan hidung, sekaligus mengurangi pembentukan lendir berlebih yang menyumbat saluran hidung penyebab hilangnya penciuman" ujarnya.

Untuk mencobanya, Sahabat Treelains bisa menggunakan teh jahe celup. Atau bisa juga dengan jahe mentah, caranya :

  1. Kupas dan potong jahe mentah.
  2. Celup jahe mentah sebanyak satu sendok meja ke dalam dua cangkir air panas selama 15 menit.

Itu dia tentang perbedaan anosmia, hiposmia, serta cara mengobatinya. Anosmia dan hiposmia umumnya bersifat sementara dan dapat disembuhkan sendiri, namun jika sudah berlangsung terlalu lama sebaiknya Sahabat Treelains segera ke dokter. Semoga artikel ini bisa membantu Sahabat Treelains memahami beda anosmia dan hiposmia yang sering terjadi pada pasien Covid-19 dan membuat Sahabat Treelains lebih berhati-hati selama pandemi. Jangan lupa gunakan masker, patuhi prokes, dan makan-makanan bergizi seimbang agar imunitas tetap kuat.

Agar tetap kuat di tengah badai Covid-19 juga bisa dilakukan caranya dengan klik di sini sebagai solusi penjaga kesehatan tubuh Sahabat Treelains. Hadir dalam beragam variasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan Sahabat Treelains.

#seimbangitusehat